Sabtu, 10 September 2011

Yeah! Kami Adalah Perempuan




Perempuan.. Perempuan.. Perempuan.. Siapa sih yang tidak mengetahui makhluk yang disebut "Perempuan"? Perempuan merupakan sosok yang dikagumi oleh para lelaki. Melalui segala kelembutan dan gemulai perilakunya membuat semua terlihat begitu harmonis.

R.A. Kartini
Bila kita mengingat masa lalu, dimana perempuan dan laki-laki masih dibedakan status dan derajatnya sehingga perempuan harus berusaha keras untuk mengembangkan diri dan berapresiasi dalam berbagai hal. Misalnya saja Raden Ajeng Kartini atau yang lebih sering disapa Kartini. Dengan segala upaya beliau berhasil menggapai pendidikan demi menyetarakan derajat perempuan agar sama dengan laki-laki. Perjuangannya membuahkan hasil sehingga saat ini, perempuan juga mampu mengecap pendidikan dari berbagai bidang sehingga dapat terus mengasah kemampuan mereka tanpa batas.

  
Dengan perkembangan zaman yang terus menuju ke arah yang baik, perempuan kini telah merambah ke segala bidang baik karir, sosial, politik, hingga global. Banyak sekali perempuan tangguh dan mandiri yang menjadi leader atau pemimpin dalam lingkungan kerjanya.
             

Dibalik itu, perempuan tetap saja memiliki sisi kelemahan. Bias gender sering mendera terutama dalam pemberitaan kekerasan di media massa. Perempuan yang menjadi korban selalu dicap lalai dalam menjaga diri mereka, padahal yang seharusnya adalah bagaimana orang lain dapat menghormati perempuan.




Pakaian ketat, rok mini, berjalan sendirian di malam hari dan sebagainya, stereotip inilah yang melekat dimata masyarakat membuat perempuan tidak leluasa dalam melakukan aktivitas hidupnya. Karena persepsi yang begitu melekat, kesalahan sedikit saja mampu menjadikan perempuan sebagai objek yang ditindas akibat diskriminasi perilaku.


Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi keadilan hendaknya dapat memberlakukan sikap itu pula terhadap perempuan. Sehingga diskriminasi dapat berkurang dan perempuan pun dapat memberikan karya-karyanya yang bermanfaat untuk Indonesia seterusnya. 


Referensi:
Perkuliahan tanggal 7 September 2011 yang dibawakan oleh Ibu Henny Wirawan, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara.

2 komentar:

  1. Saya sebagai lelaki akan ikut bertasipasi dalam pemberantasan diskriminasi kaum perempuan.

    BalasHapus
  2. Terima kasih untuk dukungannya Ricky :)

    BalasHapus