Jumat, 25 November 2011

Media Baru-Jalan Baru-Harapan Baru


Mungkin diantara kalian sudah ada yang mengetahui apa sih media baru/new media...





Tapi saya memberikan sedikit pengertian nem media agar kalian bisa mendapat kejelasan tentang definisi media baru menurut wikipedia

“New media is a term meant to encompass the emergence of digital, computerized, or networked information and communication technologies in the later part of the 20th century. Most technologies described as “new media” are digital, often having characteristics of being manipulated, networkable, dense, compressible, interactive and impartial. Some examples may be the Internet, websites, computer multimedia, computer games, CD-ROMS, and DVDs. New media is not television programs, feature films, magazines, books, or paper-based publications.“

Media baru adalah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh dapat Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Media baru bukanlah televisi, film, majalah, buku, atau publikasi berbasis kertas.



Media baru secara sederhana adalah media yang terbentuk dari interaksi antara manusia dengan komputer dan internet secara khususnya. Termasuk di dalamnya adalah web, blog, online social network, online forum, dsb yang menggunakan komputer sebagai media-nya. Jadi, sangatlah tidak tepat untuk memasukkan televisi, radio apalagi media cetak sebagai bagian dari media baru


Beda New Media dengan Media Tradisional?
Yang membedakan media baru dari media tradisional bukan digitalisasi konten media ke bit, tetapi kehidupan yang dinamis dari "new media" isi dan hubungan interaktif dengan konsumen media itu sendiri. jadi singkatnya perbedaan new media dan media tradisonal yang paling nampak adalah pengaksesannya secara real time.

Sebelum ada internet dan website perusahaan dan para pengiklan sangat mengandalkan koran dan majalan cetak, billboard, flyer, radio serta televisi sebagai media kampanye produk. Di era digital seperti sekarang, media iklan mengalami perkembangan pesat secara kuantitatif maupun kualitatif: interaktif, dinamis, dan fleksibel. Kini kita tengah berada di era new media.

Meski demikian, media-media iklan yang dikategorikan sebagai old media tampaknya tetap memiliki peran penting, saling melengkapi dan berjalan bersama dengan new media. Terbukti banyak perusahaan koran dan majalah cetak, juga mengeluarkan versi online (website dan e-paper) dan menjalankan keduanya.
Mengiklan di media baru memang memberikan banyak keuntungan. Selain tarifnya lebih murah, media baru mampu memberikan jangkauan yang luas dengan waktu yang singkay sehingga semua jenis informasi yang ingin disampaikan dengan mudah disalurkan dan sangat mudah diakses oleh siapa saja dimana saja dan kapan saja.



Dari gambar diatas, membuktikan bahwa media baru memang sangat menarik untuk dijadikan strategi baru dalam beriklan, karena masyarakagt kini sudah mengenal dan bergantung pada media baru ini. Dengan begitu efektivitas dari iklan juga dapat dimaksimalkan seperti pada media-media lainnya.


Jadi, nampak bahwa media baru akan menjadi suatu media yang menjanjikan dalam melakukan promosi, memperkenalkan produk baru dan menarik minat pembeli dengan segala kemudahan yang diberikannya.



Referensi:
Kuliah umum dengan pembicara Suwarjono, seorang editor dari VIVAnews.


    Jumat, 18 November 2011

    All about Television!


    Mungkin bagi anda, logo stasiun televisi ini sudah tidak asing lagi. Atau bahkan anda cenderung memiliki kebutuhan berlebih dalam mengonsumsi tayangan dari stasiun televisi ini?

    Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”

    Industri televisi Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1962 dimulai dengan pengiriman teleks dari Presiden Soekarno yang berada di Wina kepada Menteri Penerangan Maladi pada 23 Oktober 1961. Presiden Soekarno memerintah Maladi untuk segera mempersiapkan proyek televisi. TVRI adalah stasiun televisi pertama yang berdiri di Indonesia.

    TVRI melakukan siaran percobaan pada 17 Agustus 1962 dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. TVRI mengudara untuk pertama kali tanggal 24 Agustus 1962 dalam acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sejak saat itu dirintis pembangunan stasiun televisi daerah pada akhir tahun 1964. Kemudian dibentuk stasiun-stasiun produksi keliling (SPK) tahun 1977 sebagai bagian produksi dan merekam paket acara untuk dikirim dan disiarkan melalui stasiun pusat TVRI Jakarta di beberapa ibu kota provinsi. Konsep SPK diadopsi oleh beberapa stasiun televisi swasta berjaringan tahun 1990-an. Televisi swasta menggunakan kanal frekuensi ultra tinggi (UHF) dengan lebar pita untuk satu program siaran sebesar 8 MHz.




    Ini dia 10 stasiun televisi swasta yang bersiaran nasional:

    1. RCTI

    2. SCTV

    3. TPI

    4. ANTV

    5. TRANS TV

    6. TRANS 7

    7. METRO TV

    8. GLOBAL TV

    9. TV ONE

    10. INDOSIAR



    Kehidupan kita sudah sangat terikat dengan kehadiran televisi. Televisi seolah tidak dapat lepas dalam kegiatan sehari-hari baik ketika sedang makan, kumpul keluarga dan lain-lain, seluruhnya hampir berhubungan dengan televisi. Televisi menjadi tempat kita mencari informasi, mencari referensi, mencari hiburan, dll. Masyarakat menaruh kepercayaan yang sangat besar pada televisi dalam mencari informasi yang pada kenyataannya televisi memiliki agenda tersendiri untuk memenuhi kepentingan pemiliknya sehingga tidak jarang informasi yang ditampilkan juga tidak objektif. Televisi juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap penontonnya karena telah dianggap sebagai media terpercaya dalam memberi berbagai informasi.

    Pertumbuhan stasiun TV sangat pesat karena secara umum saat ini dunia berada dalam era teknologi informasi/komunikasi. Secara khusus, di Indonesia hal itu terjadi karena;
    •Pasar penonton yang menjanjikan
    •Cakupan wilayah yang luas
    •Maraknya pertumbuhan Production House (kurang lebih sebanyak 250-an)
    •Pola menonton masyarakat yang tidak sehat (Heavy Viewer) 

    Kondisi ini menimbulkan persaingan yang juga tidak sehat antara stasiun televisi. Para pemilik program televisi berlomba-lomba dalam mengejar rating yang tinggi sehingga berimplikasi pada keragaman acara. Televisi juga menjadi alat penopang kekuasaan ekonomi dan politik sehingga media sering kali berpihak pada pemilik yang lebih berkuasa dengan agenda setting untuk kepentingan-kepentingan politiknya.

    Rating
    Rating adalah evaluasi atau penilaian atas sesuatu. Rating merupakan data kepemirsaan televisi. Data merupakan hasil pengukuran secara kuantitatif. Jadi rating bisa dikatakan sebagai rata-rata pemirsa pada suatu program tertentu yang dinyatakan sebagai persentase dari kelompok sampel atau potensi total.

    Cara kerja perhitungan rating televisi yaitu Nielsen memberikan panel (powermeter). Panel TAM di Indonesia saat ini mengukur 1.651 rumahtangga yang memiliki TV di 9 kota besar yaitu: Jakarta dan sekitarnya (Jabotabek), Surabaya dan sekitarnya (Gerbangkertasusila), Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Yogyakarta dan sekitarnya (DIY Yogya + Sleman & Bantul), Palembang dan Denpasar. Panel utama ini hanya mengukur kepemirsaan TV terrestrial. Terpisah dari panel utama ini di Jakarta, terdapat 150 panel rumahtangga yang berlangganan TV Kabel. (Pay TV panel).
    Service: AGB Nielsen Media Researh memfokuskan layanan surveynya pada TAM (Survey Kepemirsaan Televisi) dan survey-survey lainnya yang berhubungan dengan Televisi.

    Semua tayangan yang mendapat rating tinggi belum tentu memiliki kualitas tinggi menurut pemirsa (hasil penelitian Program Studi Televisi IKJ, 2006). Sebaliknya, tidak semua tayangan yang kualitas tinggi memiliki rating yang tinggi, (hasil penelitian Yayasan SET, 2007)


    Contoh tayangan dengan rating tinggi tapi kualitas rendah ;
    •Putri yang di Tukar (RCTI)




    Contoh tayangan dengan kualitas tinggi tapi rating rendah ;
    •Kick Andy (Metro TV)



    Sinetron Sinema elektronik yang biasanya lebih sering disebut dengan sinetron merupakan serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan di stasiun televisi. Dalam bahasa Inggris, sinetron disebut soap opera (opera sabun), sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut telenovela. Menurut hasil wawancara dengan Teguh Karya yang merupakan sutradara terkenal asal Indonesia, istilah yang digunakan secara luas di Indonesia ini pertama kali dicetuskan oleh Soemardjono, merupakan salah satu pendiri dan mantan pengajar Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
    Sinetron pada dasarnya hampir menyerupai cerita film-film pada umumnya yaitu bercerita tentang gambaran kehidupan sehari-hari seorang atau beberapa karakter utama dengan berbagai situasi yang digambarkan. Biasanya dimulai dengan pengenalan karakter utama lalu mulai timbul permasalahan yang biasanya semakin lama semakin runyam hingga mencapai titik paling klimaks dari permasalahan yang pada akhirnya berakhir bahagia maupun sedih tergantung dari penulis skenario.

    McCombs dan Shaw (1972) menguji dasar teori Agenda Setting Media:
    •Media massa mempengaruhi penilaian pemilih mengenai apa yang mereka pikir isu utama suatu kampanye Presiden di AS.
    •Friming berita dan agenda setting dapat menentukan pilihan khalayak dalam pemilu Presiden di AS.
    •Skema agenda setting media menjelaskan, melalui teknik friming, media massa dapat menciptakan dan menentukan berbagai agenda publik. Kebutuhan tersebut seakan-akan harus segera dipenuhi oleh negara (pemerintah).
    •Agenda media bermorfosis menjadi agenda publik. Pada titik ini, agenda media memiliki kekuatan membentuk opini publik.
    •Opini publik memiliki kekuatan mendorong (mendesak) negara/pemerintah sebagai policy maker.
    •Kasus Prita Mulya Sari vs RS Omni International atau penahanan Bibit/Chandra membuktikan kekuatan agenda setting media.




    Kritik terhadap Agenda Setting
    Menurut Gene Burd, terdapat beberapa catatan penting buat penelitian agenda setting selama ini yaitu ;
    • Terlalu terpusat pada media massa.
    • Terlalu banyak mendasarkan pada model garis pertemuan produksi dan pembentuk pendapat publik.
    • Menggunakan media massa sebagai mesin pendidikan raksasa yang efektif untuk mensosialisasikan pada publik untuk menerima kebijakan yang dibuat oleh jurnalis.
    • Menganggap publik sebagi individu atomistik (homogen, masyarakat massa).
    • Komunikasi dilihat sebagai transmisi.


    Jadi, setelah menyimak ulasan tadi, apakah anda masih berminat dengan televisi? Selalu ada dampak positif dan negatif yang dapat diambil oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk mencari pengetahuan.

    Referensi:
    Kuliah umum dengan pembicara Dr. Iswandi Syahputra, M.Si, Komisioner KPI Pusat dan juga sebagai dosen di Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


    Jumat, 04 November 2011

    Potret-Edit-Potret-Edit!!!

    Pernahkah terlintas dibenak anda, bagaimana cara memotret foto seperti ini?








    Penasaran kan???? Nah simak yang berikut ini supaya kamu juga bisa potret yang seperti ini...


    Sebenarnya fotografi itu gampang gampang susah, karena disamping ketekunan saat mempelajarinya, diperlukan juga bakat dan kemampuan imajinasi yang baik agar dapat menghasilkan karya yang baik pula. Fotografi pun memiliki cakupan yang cukup luas, seperti pengetahuan tentang kamera dan lensa, teknik fotografi, pengaturan cahaya, objek, editing foto, dan masih banyak lainnya. 

    Kamera
    a) Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang. 

    Format film
    Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film:
    1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia
    2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita
    3. Medium format
    4. Large format 

    Jenis Film
    1. Film B/W, film negatif hitam putih
    2. Film negatif warna. Paling populer, dan sering kita pakai 
    3. Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas

    Jenis-jenis kamera Film 
    1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm
    2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm 
    3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem
    4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium 
    5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium

    Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.

    b ) Kamera digital
    Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film 
    1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
    2. Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto 
    3. DSLR. Digital SLR 


    Lensa Kamera 
    Mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.

    Field of View (FOV)
    Tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.

    Field of View Crop
    Sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x) 

    Jenis-jenis Lensa 
    a. berdasarkan prime-vario
    1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama
    2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur

    b. berdasarkan panjang focal 
    1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung 
    2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah
    3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh

    c. berdasarkan aperture maksimumnya
    1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar
    2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit

    d. lensa-lensa khusus
    1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
    2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan

    Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm


    Exposure
    Jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.
    - Aperture/diafragma. Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. Semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya
    - Shutter speed/kecepatan rana. Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk 
    - ISO, menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200 
    Contoh: kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.


    Under exposured= foto terlalu gelap karena kurang exposure.
    Over exposured= foto terlalu terang karena kelebihan exposure.

    Depth of Field

    DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus. Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.
    1. Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit
    2. Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit
    3. Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit 

    Pemilihan DOF 
    - Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/ menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.
    - Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.

    Panning
    Teknik Fotografi
    • Panning
    -Panning adalah salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto. 
    -Ketika melakukan panning, anda harus mengikuti objek selama membidik.
    -Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.
    -Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8-60), dan pakailah tripod (kaki tiga).

    • Slow & Stop Action

    -Slow action: salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan/menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik
    -Stop action: kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih.

    Stop action

    •  Zooming

    -Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa.
    -Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.
    -Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik.
    -Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakailah tripod (kaki tiga)


    • Bulb


    -Kecepatan rana dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan.
    -Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama.
    -Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod.
    -Misal, kita mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya.


    Setelah mengetahui seluk beluk kamera, saatnya berpaling pada Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems.

    Dalam dunia desain ada 2 macam unsur warna yaitu CMYK dan RGB.


    CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-blacK dan biasanya juga sering disebut sebagai warna proses atau empat warna. CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Jadi untuk mereproduksi gambar sehingga dapat dicapai hasil yang (relative) sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta yaitu: Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Keempat tinta tersebut disebut tinta/warna proses. Tinta proses adalah tinta yang dipergunakan untuk mereproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu, seperti offset lithography, rotogravure, letterpress atau sablon. Berbeda dengan tinta yang hanya digunakan satu lapisan (single layer), karena tinta yang digunakan dapat ditumpuk-tumpuk, maka sifat tinta proses harus memenuhi standard tertentu, seperti spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan nilai opacity/transparency.


    RGB adalah singkatan dari Red-Blue-Green yaitu model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk "input devices" seperti scanner maupun "output devices" seperti display monitor, warna-warna primernya (Red, Blue, Green) tergantung pada teknologi alat yang dipakai seperti CCD atau PMT pada scanner atau digital camera, CRT atau LCD pada display monitor.




    Persamaan RGB dan CMYK:

    RGB dan CMYK itu sama-sama warna primer.

    Perbedaan RGB dan CMYK:
    RGBCMYK
    · Red Green Blue (merah, hijau, biru)
    · RGB merupakan warna-warna primer yang digunakan pada monitor
    · Jadi RGB lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media layar monitor
    · Jika warna RGB di campur semua, akan menghasilkan warna putih
    · Cyan Magenta Yellow Black (orang awam bilang biru, merah, kuning dan hitam )
    · CMYK merupakan warna-warna primer yang paling banyak digunakan pada printer
    · CMYK lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media cetak
    · Jika warna CMY di campur semua, akan menghasilkan warna hitam


    Kesimpulan

    Untuk hasil terbaik pencetakan:
    -    Gunakan warna CMYK

    - Kenali semua karakteristik perangkat anda (scanner, printer, monitor dll) dengan baik.

    Untuk desain web dan desain grafis (output monitor):
    - Gunakan warna RGB
    - Biasakan mengerjakan dalam ruang cahaya yang terkontrol. mengerjakan disain pada siang dan malam hari juga menghasilkan perbedaan warna yang berbeda (terutama untuk RGB).


    Dengan warna RGB maka tampilan warna akan lebih kaya dan menarik. Namun apabila berhubungan dengan dunia percetakan menggunakan mesin cetak maka gunakanlah warna CMYK karena mesin cetak menggunakan medium film yang sangat terbatas dalam mencerna warna. Namun juga memiliki keunggulan karena mesin cetak berhubungan dengan mass production (produksi dalam jumlah yang besar) jadi lebih efisien dan hemat uang & waktu. 

    Oleh karena itu pasti ada penurunan kualitas/grade apabila warna RGB dipaksakan masuk film/ percetakan (perubahan warnanya bisa besar). Tapi kalau seandainya sudah buat FA (Final Artwork) untuk cetak tapi dalam color mode RGB maka bisa konversi saja dulu ke CMYK, tapi jangan kaget dengan perubahan warnanya. Jadi berhati-hatilah dengan color mode yang digunakan dalam sebuah desain. Tentukan dulu apakah untuk cetak atau untuk display dan check dengan hati-hati final artworknya agar tidak terjadi kesalahan.

    Jadi fotografi dan editing menggunakan Photoshop sudah menjadi hal yang sangat melekat satu sama lain. Oleh karena itu mari pelajari keduanya dengan mendalam untuk mendapatkan hasil karya yang baik. 


    Referensi:


    Kuliah umum dengan pembicara Didit Anindita, seorang Photographer profesional yang membuka sebuah tempat kursus atau pelatihan Didit Anindita School Of Photography.