Mungkin diantara kalian sudah ada yang mengetahui apa sih media baru/new media...
Tapi saya memberikan sedikit pengertian nem media agar kalian bisa mendapat kejelasan tentang definisi media baru menurut wikipedia:
“New media is a term meant to encompass the emergence of digital, computerized, or networked information and communication technologies in the later part of the 20th century. Most technologies described as “new media” are digital, often having characteristics of being manipulated, networkable, dense, compressible, interactive and impartial. Some examples may be the Internet, websites, computer multimedia, computer games, CD-ROMS, and DVDs. New media is not television programs, feature films, magazines, books, or paper-based publications.“
Media baru adalah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh dapat Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Media baru bukanlah televisi, film, majalah, buku, atau publikasi berbasis kertas.
Media baru secara sederhana adalah media yang terbentuk dari interaksi antara manusia dengan komputer dan internet secara khususnya. Termasuk di dalamnya adalah web, blog, online social network, online forum, dsb yang menggunakan komputer sebagai media-nya. Jadi, sangatlah tidak tepat untuk memasukkan televisi, radio apalagi media cetak sebagai bagian dari media baru
Beda New Media dengan Media Tradisional?
Yang membedakan media baru dari media tradisional bukan digitalisasi konten media ke bit, tetapi kehidupan yang dinamis dari "new media" isi dan hubungan interaktif dengan konsumen media itu sendiri. jadi singkatnya perbedaan new media dan media tradisonal yang paling nampak adalah pengaksesannya secara real time.Sebelum ada internet dan website perusahaan dan para pengiklan sangat mengandalkan koran dan majalan cetak, billboard, flyer, radio serta televisi sebagai media kampanye produk. Di era digital seperti sekarang, media iklan mengalami perkembangan pesat secara kuantitatif maupun kualitatif: interaktif, dinamis, dan fleksibel. Kini kita tengah berada di era new media.
Meski demikian, media-media iklan yang dikategorikan sebagai old media tampaknya tetap memiliki peran penting, saling melengkapi dan berjalan bersama dengan new media. Terbukti banyak perusahaan koran dan majalah cetak, juga mengeluarkan versi online (website dan e-paper) dan menjalankan keduanya.
Mengiklan di media baru memang memberikan banyak keuntungan. Selain tarifnya lebih murah, media baru mampu memberikan jangkauan yang luas dengan waktu yang singkay sehingga semua jenis informasi yang ingin disampaikan dengan mudah disalurkan dan sangat mudah diakses oleh siapa saja dimana saja dan kapan saja.
Dari gambar diatas, membuktikan bahwa media baru memang sangat menarik untuk dijadikan strategi baru dalam beriklan, karena masyarakagt kini sudah mengenal dan bergantung pada media baru ini. Dengan begitu efektivitas dari iklan juga dapat dimaksimalkan seperti pada media-media lainnya.
Jadi, nampak bahwa media baru akan menjadi suatu media yang menjanjikan dalam melakukan promosi, memperkenalkan produk baru dan menarik minat pembeli dengan segala kemudahan yang diberikannya.
Referensi:
Kuliah umum dengan pembicara Suwarjono, seorang editor dari VIVAnews.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar