Suatu ketika kamu sedang dalam perjalanan pulang dan kamu terjebak macet di ruas jalan X, karena begitu suntuknya kendaraanmu tidak bergerak, lalu kamu memposting di twitter."Jangan lewat jalan X yah, macet banget nih, udah 1 jam gak gerak. Katanya ada truk terguling di depan."

Saya yakin situasi semacam ini pernah kamu alami, atau setidaknya kamu pernah membaca posting seperti ini di media sosial. Sebagai salah satu pengguna media sosial, saya juga pernah melakukannya, bahkan sering! Hampir dalam setiap hal yang menurut saya perlu untuk diketahui orang lain pasti akan saya posting melalui twitter.
Nah, dengan perilaku tersebut, kamu dapat disebut sebagai "Citizen Journalist". Mungkin istilah ini cukup akrab di telingamu. Kita sebagai masyarakat awam dalam kehidupan sehari-hari menerima begitu banyak situasi yang tidak terduga. Dalam kesigapan melihat kejadian yang penting, berita dapat ditulis dan disiarkan melalui berbagai media sosial yang telah akrab menemani sehari-hari. Sebut saja blog, twitter, dan facebook yang telah kita kenal dan mudah digunakan.
Karena perkembangan teknologi yang pesat sekaligus murah membuat masyarakat dengan mudah menulis berita dan menjadi jurnalis online. Hal ini dilatarbelakangi suatu sikap dari media massa yang kurang peka terhadap kondisi masyarakat dan seolah-olah mereka mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga informasi yang dipaparkan media terkadang tidak tepat sasaran dan masyarakat menjadi tidak puas dengan yang sudah ada.
Menjadi citizen journalist bukanlah suatu hal yang salah karena ini merupakan ungkapan dari masyarakat terhadap media yang kurang cermat dalam melayani masyarakat. Tetapi bukan berarti bahwa junalisme warga tetatp dibenarkan loh. Karena dalam menulis berita, mutlak harus memenuhi etika-etika jurnalisme. Selain itu, nilai-nilai dari berita serta kehati-hatian dalam menulis berita juga perlu dijaga sehingga berita tersebut tetap menjadi berita yang sebenarnya.
Referensi:
Perkuliahan tanggal 14 September 2011 yang dibawakan oleh Bapak Agus Sudibyo, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakkan Etika Dewan Pers.





Mari berlatih untuk menjadi pemain dalam Citizen Journalism
BalasHapusTentu saja untuk terus berkarya!
BalasHapusjempolll untuk wulan
BalasHapushaha terima kasih jempol-nya =]
BalasHapus